Sabtu, 12 November 2011

Pemurtadan Harus Di Lawan


Kaum muslimin rahimakumullah,

Baru-baru ini ada kabar bahwa seorang muadzin suatu Musholla di Bogor telah bunuh diri karena tidak tahan melihat realitas bahwa bapaknya telah murtad dan tidak bisa diajak kembali kepada Islam (ruju’ ilal haq). Tentu ini sangat memprihatinkan, dan semoga tidak menimpa lagi umat Islam. Na’udzbillahi mindzalik

Kaum muslimin rahimakumullah,

Sebagai sebuah realitas di masyarakat muslim yang sedang diserang gerakan pemurtadan, hal ini patut dicermati. Sebab, seiring isu-isu yang memojokkan umat Islam semacam kasus GKI Yasmin Bogor, HKBP Ciketing Bekasi, dll, kegiatan Kristenisasi alias pemurtadan semakin agresif. International Cirisis Gorup (ICG) tahun 2008 membuat laporan bahwa pemicu terjadinya berbagai bentrokan antara umat Islam dengan Kristen di Indonesia adalah adanya aktivitas Kristenisasi yang sangat agresif, khususnya di daerah Jawa Barat yang merupakan basis umat Islam terkuat di Indonesia. ICG dalam laporannya menyebut sejumlah lembaga misionaris yang agresif melakukan pemurtadan terhadap suku Sunda di Jawa Barat, seperti Joshua Project, Yayasan Beja Kabungahan (Lampstand), Partners International (Mitra Internasional), dan Frontiers. Dua lembaga Kristen yang melakukan penginjilan secara radikal di Bekasi Jawa Barat adalah Yayasan Mahanaim dan Yayasan Bethmidrash Talmiddin. Baru-baru ini misionaris Kristen membajak program Mobil Pintar Ani Yudhoyono untuk aksi pemurtadan kepada anak-anak sekolah  SD negeri bahkan SD Islam di Bekasi. Masyaallah!

Kaum muslimin rahimakumullah,
 

Sebenarnya sudah ada  SK Menteri Agama nomor 70 tahun 1978 yang melarang penyiaran agama kepada warga negara Indonesia yang telah beragama. Namun SK itu tak pernah ditaati oleh pihak Kristen, bahkan mereka menyasar daerah-daerah Islam. Aktivitas pemurtadan di kantong-kantong miskin dengan kedok sosial (diakonia) kerap kali mereka lakukan.  Kegiatan membawa anak-anak muslim ke Gereja di daerah basis Islam di jawa Timur seperti Pasuruan sudah dilakukan sejak tahun 1970-an. Anak-anak kaum dluafa itu diajak bersama-sama naik becak setiap minggu ke Gereja dan pulang diberi oleh-oleh sekantong kue dan permen. Rekaman video penyiaran Kristen oleh misionaris Amerika membagikan Injil dan uang kepada kaum muslim korban Gempa Padang Pariaman 2009 jelas melanggar SK di atas.  Sejalan dengan penyiaran Kristen dan pemurtadan di kantong-kantong umat Islam, peningkatan jumlah gereja berkali-kali lipat. Litbang Depag mencatat bahwa pertumbuhan Gereja sejak tahun 1990 hingga tahun 2008, meningkat sekitar 300 persen, sementara masjid hanya meningkat sekitar 60%.

Kaum muslimin rahimakumullah

Pemurtadan oleh misi Kristenisasi ini semakin merajalela. Sebab disamping didukung oleh militansi Kristen dan sokongan dana dalam dan luar negeri, juga ada sokongan opini kebebasan beragama dari tokoh dan media sekuler liberal. Melihat situasi dan kondisi yang terus mendesak dan memojokkan Islam dan umat Islam, serta menggerus aqidah umat Islam, maka hanya satu kata yang harus dilakukan oleh umat Islam, yaitu: LAWAN!

Kaum muslimin rahimakumullah,

Kenapa kita harus melawan?  Pertama, kita mempertahankan hak untuk beragama Islam dan menjalankan aqidah Islam kita yang dijamin konstitusi.  Allah  SWT memerintahkan kita untuk mempertahankan aqidah kita sampai mati. Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam." (QS. Ali Imran 102).

Kedua,  Allah SWT memberikan warning kepada kita bahwa peperangan yang mereka lakukan kepada umat Islam bertujuan memurtadkan kita. Allah SWT berfirman: "mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup…" (QS. Al Baqarah 217).

Murtad adalah dosa dan kemalangan terbesar, menolak pemurtadan adalah jihad yang mulia!

Kaum muslimin rahimakumullah,

Bagaimana cara menolak pemurtadan?  Pertama, umat harus bersatu dalam berpegang teguh kepada tali agama Allah (QS. Ali Imran 103).  Caranya dengan mempelajari, memahami, dan mempraktekkan ibadah dan seluruh syariat  Islam secara berjamaah. Oleh karenanya, umat Islam harus meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam malaksanakan sholat  berjamaah lima waktu serta meningkatkan wawasan dan ilmu mereka tentang aqidah dan syariat islam dalam berbagai aspek kehidupan. Pemahaman Islam yang kuat yang dipraktekkan secara  berjamaah akan membentuk benteng dalam diri umat dari serangan pemurtadan. 

Kedua,  untuk meningkatkan imunitas umat Islam dari serangan virus pemurtadan, secara spesifik umat Islam harus mempelajari dan memahami, bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang diridloi Allah (QS. Al Maidah 3), dan agama selain Islam, termasuk Kristen adalah agama yang tidak diterima oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya: "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Ali Imran 85).

Ketiga, untuk menangkis dan bila perlu melakukan pukulan balik, umat Islam  harus membekali diri dengan memahami berbagai ayat al Quran yang menerangkan hakikat orang-orang Kristen dan penyimpangan mereka dari agama Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s.   Misalnya, firman Allah SWT:  

"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?" (QS. Al Maidah 17).
 

Juga firman-Nya: "Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa." (QS. Al Maidah 73)

Allah SWT dalam dua ayat di atas telah menyatakan bahwa orang yang mempertuhankan Nabi Isa a.s dan mereka yang mempertuhankan tiga tuhan (trinitas) adalah orang kafir.

Kaum muslimin rahimakumullah,


Sudah waktunya para pengurus DKM menyelenggarakan berbagai pengajian dan pelatihan untuk jihad menghadapi pemurtadan dan meminta para ulama dan ahli Kristologi untuk memberikan pelajaran yang efektif dan efisien untuk bekal para mujahid yang menghadapi serangan pemurtadan. Mudah-mudahan dengan langkah tersebut, aqidah umat islam diselamatkan dan izzah umat agar berdaulat di negerinya sendiri ditegakkan.  Allah SWT berfirman: "Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai."
(QS. At Taubah 33)


Baarakallahu lii walakum...

sumber : http://www.suara-islam.com/detail.php?kid=3786

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Template by:
Free Blog Templates